Designer Log: The Festivals – Dimulai dari yang Rumit

Membuat board game tentu tidak semudah membuat mie instan. Di dalam mie instan, meskipun semua bahan dan bumbu sudah tersedia, namun kamu tetap membutuhkan kompor, panci dan tentunya air untuk membuatnya.

Sama ketika mau menuangkan ide ketika ingin membuat board game, ide bisa datang darimana saja, namun kamu tetap butuh kertas, pensil dan teman main kalau ingin membuat prototype. Ya! Prototype, karena kamu tidak bisa ujug-ujug menciptakan board game tanpa membuat purwarupanya dulu.

Pertanyaannya, sejauh mana kamu mulai harus mengimplementasikan ide-ide di catatanmu ke dalam sebuah prototype? apalagi prototype yang pertama.

Dulu judulnya The Festivals of Indonesia

Menilik kembali saat-saat mendesain board game The Festivals, ide yang muncul di awal jauh berbeda dengan hasil jadi yang sekarang. Kok bisa berbeda? Satu hal yang pasti, ide awal ini tercetus karena banyak tempelan konsep dan fitur di dalamnya. Bisa dibilang, prototype pertama The Festivals gamenya sangat rumit.

Kerumitan ini memang sengaja saya hadirkan, kenapa? Karena saya ingin The Festivals ini mudah dimainkan bersama keluarga. Ingin mudah kok malah buat yang rumit?

Nah ini yang mau saya bahas, kita tidak akan tahu apakah game kita bisa dimainkan sesederhana mungkin tanpa memainkan dari yang paling rumit lebih dulu.

Oke, gini deh, kenapa di toko jeans, banyak celana panjang yang ukurannya lebih panjang dari kaki kita? Karena si penjahit ingin fleksibel dan sebenarnya dia tidak tahu ukuran panjang kakimu. Mau lebih pendek? ya tinggal vermak aja kan?

Sama, saya mau game ini (The Festivals) nantinya fleksibel dan sebenarnya saya tidak tahu, ‘mudah’ untuk level keluarga itu sesederhana apa. Jadi ya saya buat rumit dulu, nanti tinggal disesuaikan, mana mekanik atau elemen apa yang bisa dibuang agar permainan jadi lebih simple tanpa merubah core gameplay utama. Langkah pemendekan ini bisa disebut juga sebagai proses trimming.

Tahap awal pokoknya keliatan ribet dan ruwet

Awalnya, The Festivals saya buat dengan sebuah board dengan peta Indonesia secara utuh dan nyomot dari Google (sekarang tile pulau-pulau besar saja). Dari satu kota ke kota yang lain (Ya, Kota!) tersambung garis warna-warni. Setiap warna garis itu melambangkan moda transportasi yang berbeda yaitu darat, laut dan udara.

Kala itu saya terbayang board game Pandemic, satu kota terhubung dengan garis untuk menuju kota lain. Kalau mau lewat darat pemain harus membayar token warna hitam, udara warna biru dan laut warna kuning. Bayangkan seruwet apa papan permainan bila dipenuhi dengan garis-garis seperti itu.

Oiya, catatan, kamu harus sudah menentukan core gameplay yang ingin kamu hadirkan. Dalam kasus The Festivals, core yang ingin saya pertahankan adalah point-to-point movement dan resource management.

Penampakan versi ritel dari The Festivals

The Festivals yang sekarang jauh berbeda kan? Namun core gameplay-nya masih sama, yaitu pemain tetap harus bergerak dari satu pulau ke pulau lain (bukan lagi kota ke kota). Lalu meskipun tidak ada garis yang menghubungkan antar pulau dan tidak lagi menggunakan moda transportasi yang berbeda, The Festivals tetap memiliki unsur resource management dan jauh lebih sederhana.

Beberapa dari kalian mungkin juga merasa masih banyak yang menggantung, misalnya tentang bagaimana cara mencari tahu tingkat kerumitan game yang kita buat? atau, mengapa tidak dimulai dari yang mudah dulu? kalau lebih terlalu mudah, kan tinggal coba dibuat lebih susah?

Tentu banyak proses yang belum diceritakan. Dan jika ada kesempatan, tunggu saja, saya juga akan coba menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas lewat blog designer log selanjutnya.


Tentang penulis

Isa R. Akbar bergabung dengan Manikmaya Games dari awal berdiri tahun 2013. Sekarang ia merangkap sebagai penulis dan editor untuk situs berita boardgame.id. The Festivals adalah board game pertama yang ia buat.
Punya pertanyaan seputar game design? Hubungi saja lewat email di isa@kummara.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *