Designer Log: Aquatico – Membangun Konsep

Bagi saya, salah satu hal yang paling menarik dari sebuah karya adalah cerita di balik pembuatan karya itu sendiri. Kadang hal-hal tak terduga terjadi pada saat pembuatan sebuah karya. Begitu pula yang terjadi saat awal pembuatan Aquatico.

Seperti yang telah saya tuliskan pada Designer Log: Aquatico – Sebuah Kolaborasi, Aquatico pada awalnya didesain untuk memperkenalkan ekosistem kepada anak-anak. Tidak ada yang lebih menantang dari mendesain sebuah game untuk anak-anak, dengan memuat suatu konten di dalamnya.

Di satu sisi, game ini harus bisa menyampaikan konten yang ada di dalamnya. Di sisi lain, game ini juga harus tetap menarik dan menyenangkan ketika dimainkan oleh anak-anak. Perlu diingat, anak-anak sekarang sudah sangat awam dengan game. Sehingga mereka sudah bisa menilai, membandingkan dan memilih game yang paling menarik dan asik untuk mereka mainkan. Hal inilah yang kadang membuat saya jengkel saat mendesain sebuah game untuk anak.

Singkat cerita, saya sudah memiliki beberapa konsep gameplay untuk Aquatico. Tapi saya masih tidak puas dengan konsep yang ada. Setelah jam kantor usai, kami terbiasa meluangkan waktu untuk bermain game. Kebetulan salah satu dari tim memainkan game favorit di konsol portable-nya. Objektif dari game tersebut adalah menjadi seorang monster trainer terbaik dan terkuat di dunia. Yup, game tersebut adalah Pokemon.

Di dunia pokemon, para pokemon trainer harus berpetualang ke berbagai macam tempat untuk bertemu dengan pokemon tertentu. Dari sinilah saya mendapatkan ide, bagaimana jika konsepnya dibalik: bukannya mencari atau menangkap pokemon dengan mendatangi tempat tertentu, tapi membangun dan menjaga tempat atau ekosistem tertentu agar para pokemon bisa nyaman tinggal di ekosistem tersebut. Dengan kata lain, konsep ide ini adalah menjadikan ekosistem yang paling baik agar dihuni oleh makhluk hidup yang hanya ada di ekosistem tersebut.

Berangkat dari konsep ini Aquatico mulai dikembangkan. Dengan berkolaborasi dengan tim dari CTC, konsep awal tersebut disempurnakan. Dalam proses kolabaorasi ini, ada banyak kejadian yang tak kalah menarik terjadi. Agar lebih lengkap saya akan coba cerita pada artikel mendatang.

Tentang penulis

Brendan Satria adalah seorang lead game designer dari Kummara Studio kelahiran Jakarta. Ia telah membuat beberapa board game Indonesia seperti Mat Goceng, Mashup Monster

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *